PALANGKA RAYA – Direktorat Lalu Lintas Polda Kalimantan Tengah (Kalteng) dalam waktu dekat ini akan segera menertibkan kendaraan yang tak taat pajak, sesuai aturan terkait penghapusan data Surat Tanda Nomor Kendaraan (STNK) yang mati selama dua tahun.

Direktur Lalu Lintas Polda Kalteng Kombes Pol Heru Sutopo, mengatakan aturan itu tercantum dalam Pasal 74 Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (LLAJ).

“Penertiban akan dilakukan setelah masa sosialisasi dianggap selesai. Setelah masa sosialisasi, maka pihaknya akan menghapus data registrasi kendaraan yang mati pajak selama dua tahun,” katanya, Jumat (5/8).

Disebutkannya, penonaktifan STNK ini dapat implementasikan apabila pemilik kendaraan tidak melakukan regristrasi dalam jangka waktu 2 tahun setelah habis masa berlaku.

“Peraturan ini diperkuat juga oleh Peraturan Polri nomor 7 Tahun 2021. Pasal 85 dalam Perpol Nomor 7 Tahun 2021 sendiri, merupakan peraturan lanjutan dari Pasal 74 UU Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan,” urai Kombes Heru.

Sejauh ini, pihak kepolisian khususnya Polda Kalteng dan Polres jajaran dari awal akan memberikan peringatan serta sosialisasi kepada masyarakat mengenai kewajiban bayar pajak kendaraan bermotor.

Apabila tak dilaksanakan secara tertib, kerugian ada pada masyarakat berupa penghapusan data regristrasi STNK.

“Kendaraan pastinya tidak lagi bisa dioperasionalkan, untuk menghindari hal tersebut ya taat pajak. Dan itu kewajiban bagi warga negara,” tegasnya.

Kiriman serupa

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.