PALANGKA RAYA– Sempat divonis bebas saat persidangan tingkat pertama di Pengadilan Tipikor Palangka Raya. Terdakwa pengadaan sumur bor yang menjerat Arianto akhirnya dieksekusi pihak Kejaksaan Negeri setempat usai putusan kasasi bahwa Arianto terbukti bersalah dan divonis 4 (empat) tahun penjara.

Tak hanya itu saja didalam putusan kasasi, menurut Kasi Pidsus Palangka Raya, Cipi Perdana bahwa terdakwa juga dibebankan denda Rp 100 juta subsidair enam bulan pidana kurungan. “Ya benar terdakwa Arianto divonis empat tahun penjara,” kata Cipi Perdana, Kamis (4/8).

Usai menerima salinan kasasi dari Mahkamah Agung (MA) yang mana putusan dengan Nomor Putusan Kasasi 2272 K/Pid.Sus/2022 keluar, pada Jumat, 17 Juni 2022. Pihak Kejaksaan Negeri langsung melakukan eksekusi terhadap terdakwa, pada Kamis, 4 Agustus 2022.

“Terdakwa sudah kita eksekusi hari ini (kemarin,red) untuk menjalani sisa masa tahanan,” ucapnya.

Hal senada juga disampaikan, Kasi Intel Kejari setempat, Datman Ketaren, ia membenarkan bahwa terdakwa Arianto sudah dieksekusi. “Sudah kami eksekusi,” singkatnya.

Sebelum putusan kasasi keluar, Kasi Pidsus sebelumnya, Irwan Ganda Saputra mengirimkan memori kasasi sebanyak 700an lembar yang pihaknya ajukan. Namun yang jadi pertimbangan kami kenapa dalam audit BPKP Perwakilan Kalteng dalam putusan Arianto tidak dipergunakan.

“Ya dari audit BPKP kan jelas menjadi pertimbangan hakim dalam memberikan putusan terhadap Arianto,” terangnya.

Kiriman serupa

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.