Rahmadi G Lentam : Klien Saya Tidak Bersalah dan Akan Kami Pertahankan

PALANGKA RAYA – Sempat mengalami penundaan, akhirnya Jaksa Penuntut Umum (JPU) menjerat kontraktor H Asang Triasa dengan hukuman 5 (lima) tahun penjara.

Tak sampai situ saja, karena dianggap melakukan tindak pidana Korupsi pembuatan Jalan Tembus Antar Desa di 11 Desa sepanjang aliran Sungai Sanamang, Kecamatan Katingan Hulu, Kabupaten Katingan, JPU juga membebankan terdakwa dengan denda Rp 100  juta Subsidair tiga bulan penjara.

“Terdakwa juga harus membayar Uang Pengganti (UP) senilai Rp 2,1 Miliar subsidair 2,5 tahun,” kata JPU Erfandi saat membacakan surat tuntutan di Pengadilan Tipikor Palangka Raya, Rabu (3/8).

Jaksa menjerat H Asang sebagaimana diatur dan diancam pidana dalam Pasal 3 jo Pasal 18 Ayat (1), (2), (3) Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dengan Undang Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Perubahan atas Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo Pasal 55ayat (1) ke-1 KUHPidana.

Menanggapi tuntutan JPU. Penasehat Hukum terdakwa, Rahmadi G Lentam menegaskan bahwa kliennya tidak bersalah. Oleh karena itu pihaknya akan mengajukan Peldoi atau Nota pembelaan pada sidang berikutnya.

“Sudah dari awal kami sampaikan bahwa H Asang Triasa tidak bersalah dam itu akan kami pertahankan dan tetap meminta terdakwa dibebaskan,” tegasnya.

Kiriman serupa

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.