Namun Tak Perlu Menjalani Pidana Tersebut Selama Percobaan Satu Tahun

PALANGKA RAYA – Nasib Damang Kepala Adat Kecamatan Pahandut, Marcos Sebastian Tuwan alias Marcos Tuwan yang didakwa melakukan tindak pidana ITE beruntung. Pasalnya saat menjalani persidangan dengan agenda putusan di PN Palangka Raya, Rabu (27/7) dirinya hanya divonis enam bulan, itu pun tak perlu dijalaninya.

Tak hanya itu saja terdakwa juga dikenakan denda Rp 5 juta subsidair satu bulan. Walaupun tak perlu menjalani, majelis hakim yang diketuai Boxgie Agus Santoso meminta agar terdakwa selama percobaan 12 bulan tidak melakukan tindak pidana.

“Menjatuhkan pidana penjara selama enam bulan denda Rp 5 juta subsidair satu bulan, menetapkan pidana penjara tersebut tidak perlu dijalani oleh terdakwa kecuali di kemudian hari ada perintah lain dalam putusan hakim bahwa terdakwa sebelum waktu selama  percobaan satu tahun terakhir telah bersalah melakukan tindak pidana,” kata Boxgie saat membacakan amar putusan.

Mendengar putusan yang lebih ringan dari tuntutannya yakni pidana penjara 2 tahun 6 bulan dan denda sebesar Rp.10 juta dengan subsider 3 bulan kurungan. Jaksa Penuntut Umum (JPU), Sutrisno Tabeas mengatakan pikir-pikir. “Pikir-pikir,” singkatnya.

Kiriman serupa

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.