PALANGK RAYA – Akibat menganiaya anggota polri di Jalan Tjilik Riwut KM 14, Kelurahan Petuk Katimpun, Kecamatan Jekan Raya. Dua terdakwa yaitu Hadi Tokino dan Baroto menjalani sidang pertama di Pengadilan Negeri Palangka Raya, Selasa (26/7).

Jaksa Penuntut Umum (JPU), Yayu Dewiati mendakwa keduanya telah melanggar   Pasal 170 ayat (2) Ke-2 KUHPidana atau Pasal 351 ayat (2) KUHPidana Jo Pasal 55 Ayat (1) Ke-1 KUHPidana.

“Bahwa sekira jam 14.30 Wib di Jalan Tjilik Riwut Km 14 Terdakwa II langsung menerjang Saksi GR lalu Terdakwa I mengayunkan mandau yang dibawanya ke arah Saksi GR. GR menangkis yang mengakibatkan jari  terputus,” Kata Yayu Dewiati saat membacakan dakwaannya di depan Hakim Ketua, Heru Setiyadi.

Dalam dakwaannya Yayu mengungkapkan  perkara bermula pada 10 Mei 2022, Korban GR ke tempat pembuatan kolam ikan di Jalan Tjilik Riwut KM 14 Kelurahan Petuk Ketimpun, Kecamatan Jekan Raya Kota Palangka Raya. Pada saat itu ada Saksi Joko Santoso dan Winarno kemudian datang Edi Prayetno.

Sekitar pukul 14.00 WIB Terdakwa Hadi Tokino datang meminta uang sejumlah Rp 50 ribu kepada Korban GR untuk membeli minuman. Korban mengatakan tidak ada. Hadi meminta untuk kedua kalinya dengan mendekati korban hingga akhirnya terjadi adu pukul antara keduanya.

Perkelahian tersebut dilerai oleh Winarno. Hadi Tokino Pulang dengan  berkata “Tunggu kamu,”. Saat sampai di rumah Hadi kemudian mengambil sebuah Mandau lengkap dengan sarungnya. Ia kemudian mengajak keponakannya terdakwa  Baroto.

Kiriman serupa

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.