TAMIANG LAYANG – Setelah sempat menghilang beberapa waktu RY (23) terpidana kasus perlindungan anak atau pencabulan anak berhasil ditangkap di depan Pengadilan Negeri Tamiang Layang, di Jalan A Yani Desa Matabu, Kecamatan Dusun Timur, Rabu (20/7).

“Berdasarkan putusan kasasi Mahkamah Agung pada september 2020, yang bersangkutan divonis meyakinkan bersalah dan dijatuhi hukuman pidana penjara selama lima tahun dan denda Rp100 juta atau subsider hukuman pidana penjara selama satu bulan,” kata Kajari Barito Timur, Daniel Panannangan melalui Kasi Intelijen, Angga Saputra di Tamiang Layang.

Dijelaskannya terpidana sempat menerima pemberitahuan pada 2020 atas vonis bersalah tersebut lalu kabur ke salah satu daerah pedalaman di Kalimantan Timur dan pada awal 2022 kembali ke Bartim. Sehingga dilakukan pengintaian dilakukan hingga yang terpidana bekerja pada salah satu perusahaan pertambangan dan mau mengurus sesuatu ke Pengadilan Negeri Tamiang Layang.

“Jadi dua hari ini kita mengintai dan saat penyergapan terpidana sempat berusaha mau kabur dan berhasil kita amankan di bantu personil Polsek Dusun Timur dan Polres Barito Timur,”ungkapnya.

Menurut Angga, sebelumnya terpidana divonis bebas oleh tiga hakim PN Tamiang Layang yang dipimpin Ketua Majelis Hakim Benny Sumarno.

“Kemudian jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejaksaan Negeri Barito Timur tidak menerima putusan majelis hakim, dan mengajukan kasasi ke Mahkamah Agung (MA),” tandasnya. (ell/jun)

Kiriman serupa

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.