PALANGKA RAYA – Menyambut persiapan pertemuan negara-negara G-20 di Jakarta, pemprov Kalteng menyelenggarakan rapat koordinasi rejuvenasi anjungan Kalteng di Taman Mini Indonesia Indah (TMII), Rabu (20/7).

Rapat yang dibuka oleh Sekda Kalteng, H Nuryakin dan dihadiri oleh Staf Ahli Gubernur dan Asisten Setda dan Kepala Perangkat Daerah terkait, serta Sekda 14 kabupaten/kota se-Kalteng.

Nuryakin mengatakan, dari rapat tersebut telah dibuat beberapa kesepakatan yaitu pertama, Pemprov Kalteng dan Pemkab/Pemkot sepakat melaksanakan rehabilitasi, revitalisasi dan rejuvenasi anjungan Kalteng TMII di Jakarta yang dilaksanakan pada Tahun Anggaran 2022 dan Tahun Anggaran 2023. Kedua, pembiayaan dilakukan bersama-sama oleh Pemprov Kalteng sebesar 30% dan Pamkab/Pemkot se-Kalteng sebesar 70% yang dibagi sama rata dari total biaya yang diperlukan.

Ketiga, untuk penataan dan pengisian diorama seperti pakaian adat, senjata khas, serta aksesoris lain dan dekorasi ruangan, pembiayaannya dibebankan pada masing-masing Pemkab/Pemkot se-Kalteng.

“Anjungan ini merupakan wajah dari Kalimantan Tengah, yang didalamnya ada 13 kabupaten dan 1 kota, maka dalam rangka rejuvinasi ini kita laksanakan bersama antara Pemprov serta kabupaten dan kota dengan semangat kebersamaan,” ucap Nuryakin.

Lanjut Nuryakin, hal yang paling mendesak saat ini adalah bagaimana mempercantik wajah Kalteng ini dalam rangka pertemuan negara-negara G-20 oktober mendatang, yang mana pra kegiatan sudah mulai berlangsung mulai Agustus mendatang.

“Kita akan lakukan revitalisasi, rehabilitasi dan rejuvenasi hal-hal yang mendesak dulu sebelum Oktober 2022, agar tampilan anjungan betul-betul menggambarkan miniatur Kalimantan Tengah,” pungkas Nuryakin.

Kiriman serupa

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.