KUALA KURUN – Sisa lebih pembiayaan anggaran (SILPA) tahun 2021 di Pemerintah Kabupaten Gunung Mas masih menjadi pembicaraan serius di kalangan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Gunung Mas (Gumas).

Ketua Komisi I DPRD Kabupaten Gumas Nomi Aprilia tidak menampik SILPA tahun 2021 masih menjadi pembahasan di dewan.  Kalangan dewan mempertanyakan kenapa sisa anggaran sampai sebesar itu.

Bahkan, kata Nomi dalam pembahasan anggaran tahun 2023, pihaknya masih menyoroti beberapa organisasi perangkat daerah (OPD) di Kabupaten Gumas, yang dinilai belum maksimal dalam penyerapan anggaran.

“Di saat pambahasan itu, khususnya kami dari DPRD Gumas menekankan terkait anggaran yang SILPA yang jumlahnya Rp 105 miliar di BKAD Gumas. Maka dari itu, kami tekankan kepada OPD khususnya dinas-dinas terkait agar memaksimalkan penyerapan anggaran di tahun 2023,” ucap Nomi Aprilia, Jumat (15/7).

Pihak dewan, kata Nomi juga heran karena di beberapa masa yang sebelumnya tidak pernah mengalami sisa lebih penggunaan anggaran sebanyak itu.

Ditanya tidak terserapnya anggaran tahun 2021, Nomi Nomi menyebutkan berdasarkan penjelasan dari Pemkab Gumas tidak terserapnya anggaran tahun 2021 ada di beberapa dinas misalnya Kesehatan selaku pengelola dana covid 19. Namun kenyataanya covid sudah melandai sehingga dana tidak terpakai.

“SILPA yang terjadi itu seperti di Dinas Kesehatan yang banyak anggaran untuk penanganan covid-19, tetapi belum maksimal penyerapanya. Sehingga saya berharap agar itu bisa dilakukan penyerapanya secara maksimal lagi,” pungkas dia. (nya)

Kiriman serupa

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.