Hennora: Pemotongan Akibat Covid-19 Sudah Tidak Bisa Diberlakukan

PALANGKA RAYA – Sejak mewabahnya Pandemi Covid-19 di Indonesia, termasuk di Kalteng, sejumlah perusahaan mengambil kebijakan terkait kondisi keuangan demi kelangsungan perusahaan dan karyawan. Termasuk melakukan pemotongan gaji karyawan.

Terkait pemotongan gaji karyawan akibat keuangan perusahaan yang terdampak Covid-19 ini, ada sejumlah kententuan yang harus dipenuhi perusahaan terkait penggunaan anggaran keuangan dari gaji karyawan yang dilakukan pemotongan. Yakni untuk membantu karyawan yang secara terpaksa dirumahkan oleh pihak perusahaan.

Henora Koffeno Nahan, ST. MT selaku Kabid Hubungan Industrial dan Jaminan Sosial Ketenagakerjaan di Dinas Tenaga Kerja Kota Palangka Raya menegaskan, ada sejumlah sanski bagi perusahaan jika hak-hak karyawan diabaikan. Termasuk saat pemotongan gaji akibat Covid-19.

“Pemotongan gaji akibat covid-19 dilakukan untuk membantu karyawan yang dirumahkan dan bukan untuk kepentingan lain dari perusahaan. Sehingga karyawan yang dirumahkan tetap memiliki penghasilan meskipun statusnya dirumahkan” ungkap Koffeno, Selasa (12/7).

Terkait pemotongan gaji tersebut, menurutnya juga harus disampaikan dan dilaporkan secara resmi ke Dinas Tenaga Kerja. Jika ada pelanggaran prosedur, maka perusahaan dapat dikenakan sanksi, baik pembekuan izin hingga pencabutan izin.

“Karyawan bisa melaporkan jika penggunaan dana pemotongan gaji tersebut tidak sesuai prosedur” ungkapnya.

Kiriman serupa

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.