PALANGKA RAYA –  Sebanyak 500 ekor sapi telah disuntikkan vaksin penyakit mulu dan kuku (PMK). Sayangnya capaian tersebut masih 1/4 dari populasi sapi di Kota Palangka Raya.

Pendistribusian vaksin PMk secara bertahap mengakibatkan tidak seluruh daerah terbagi secara maksimal dan menerima stok vaksin yang terbatas.

Kepala Puskeswan, drh. Eko Hari Yuwono mengatakan, capaian tersebut masih kurang dari target yang telah diarahkan pemerintah pusat. Di Palangka Raya masih 500 dosis yang sudah disuntikkan.

“Vaksinasi PMK sampai dengan hari ini totalnya 500 ekor sapi, di Kec. Sebangau, Bukit Batu, Jekan Raya dan Panarung,” kata Eko.

Namun jika dihitung junlah sapi (populasi) yang harus divaksin. Stok vaksin PMK di Kota Palangka Raya dirasa sangat kurang. “Kalau dari data Bidang Produksi, populasi kita sekitar 2000 ekor. Artinya capaian vaksinasi baru 25 Persen,” kata Eko.

Selain itu, Eko mengatakan, dalam mengantisipasi penyebaran virus PMK, pihaknya telah melakukan pengawasan di tempat pedagang hewan kurban.

“Tapi vaksin PMK merata tak hanya untuk sapi kurban, untuk jeda penyuntikan 4 bulan untuk tahap pertama dan dosis kedua, setelah itu 6 bulan dari dosis dua ke dosis tiga,” jelasnya.

Kiriman serupa

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.