PALANGKA RAYA – Peristiwa dugaan Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT) dialami oleh seorang istri berinisial NY (25).

Wanita kelahiran sidoarjo ini menjadi korban dugaan perlakuan kasar yang dilakukan oleh sang suami berinsial FI (28). Luka memar sering dirasakan oleh NY lantaran perilaku ringan tangan dari suami.

Tak tahan dengan sikap suaminya, NY pun akhirnya melapor seluruh perlakuan yang diterimanya ke Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Satreskrim Polresta Palangka Raya.

Kepada PE, NY mengaku sudah pasrah sehingga terpaksa melaporkan suaminya ke kantor Polisi. Dirinya pun dibimbing oleh Unit PPA untuk menyelesaikan permasalahnnya.

“Kemarin saya sudah bilang ke Unit PPA ambil jalur damai, yang penting laporan saya sudah masuk dan membuat perjanjian hitam di atas putih agar tak mengulangi perbuatannya,” beber NY.

Keduanya pun sampai saat ini masih pisah ranjang. Walaupun diambang kegelisahan, NY masih ingin mempertahankan hubungannya dengan suami karena sang anak. Selain itu, pihak keluarga pelaku juga telah mendatangi keluarganya untuk meminta maaf.

“Sudah pisah sejak hari Selasa (14/6). Kemarin dia dan keluarganya sudah datang ke keluarga saya untuk minta maaf dan memohon untuk jalur damai saja,” jelasnya.

Pasangan yang telah mempunyai seorang anak ini memang acap kali bertengkar. Puncaknya, ketika NY menanyakan kepada suaminya lantaran masih suka melakukan chating Whatsapp dengan perempuan lain.

NY bertanya kepada suaminya soal dirinya yang acap kali menggoda wanita lain di media sosial. Namun, respon dari FI justru marah dan mencaci maki korban.

Minggu (12/6) malam, kedua pasangan suami istri ini berkelahi hebat. Setelah pulang dari pasar, pelaku memukul, mencekik dan membenturkan kepala korban hingga memar. (rdo/jun)

Kiriman serupa

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.