Berkenalan dengan Petani Sukses dari Kalampangan (2/Habis)

Rezeki sudah ditentukan Yang Maha Kuasa. Tergantung bagaimana caranya menjemput dan mengambil rezeki itu.

Suyanto, Palangka Raya

Hasil berbanding lurus dengan usaha. Dengan usaha yang sungguh-sungguh, iklas dan penuh tawakal tidak akan mengikari hasilnya. Cerita inilah yang dialami Mardi. Petani sayur mayur dan buah-buah sukses ini mengawali usahanya tidak semudah membalik telapak tangan.

Setelah Mardi berkeliling Palangka Raya mencari lahan yang terbengkalai, akhirnya Mardi menemukan lahan yang tidak terurus di Jalan Jilik Riwut Km 17. Lahan itu milik Matheus. Letaknya sangat strategis. Di pinggiran jalan raya. Lahan itu penuh dengan semak belukar.

Kesanya lahan itu sudah lama sekali tidak pernah dibersihkan. Hampir semua permukaan tanahnya ditumbuhi pohon akasia dan semak belukar. Setelah pemilik lahan mengizinkan untuk menggarap lahan sekaligus untuk tempat tinggal itu, Mardi memulai membersihkan pohon akasia dan semak belukar “Yang meminjami lahan itu Pa Matheus,” kata Mardi sambal mengingat-ingat nama pemilik lahan tersebut.

Cukup lama Mardi membuka lahan terbengkalai itu. Setelah lahan bersih dan siap ditanaman, Mardi Kembali melakukan survai  ke petani-petani di Palangka Raya. Sebagian besar petani di Palangka Raya khususnya Desa Kalampangan bercocok tanam sayur-sayuran. Hanya sebagian kecil yang bertani buah-buahnya.

Akhirnya Mardi menanam buah melon. Dengan modal 7 jutaan itu, ia belikan bibit melon dan pupuk. Usaha keras Mardi, tidak sia-sia. Buah melon yang ditanam tumbuh subur, berbuah lebat dan rasanya manis. Kala itu  hasilnya puluhan ton. Harga perkilonya 9 ribuan. “Kalau nggak salah sampai 20 ton. Itu sekali panen,” kata Mardi.

Kiriman serupa

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.